Posted by: retnoarum | March 27, 2008

Bahan Intropeksi diri:sudah benarkah dalam berdakwah hai ikhwah?

“Hei… aku sudah ikut mentoring”
“Aku sudah liqo”
“Aku sudah tarbiyah”
“Aku adalah ikhwah”

Mengapa kau bangga menyebut dirimu sebagai seorang ikhwah?
Padahal kelakuanmu tak ubahnya fatamorgana…..
Boro-boro shalat tahajud
Shalat wajib pun kau malas mengerjakannya
Lalu bagaimana dengan shalat berjama’ah?
Ah, serasa mimpi saja

Apalagi untuk sekedar membaca surat cintaNya
Huh… enakan baca novel, cerpen, atau komik
Lebih asyik dan menghibur
Daripada membekali diri dengan buku-buku islami

Benarkah engkau sudah tarbiyah ?
Kalau dengan lawan jenis kau begitu tak terjaga
Matamu berkeliaran, entah kemana hatimu

Saat ada tangan lembut seorang wanita yang tersodor kepadamu
Engkaupun menyambutnya dengan hangat dengan dalih agar ke’ikhwahan’ mu tidak turun derajatnya
Kau begitu pemilih dalam berdakwah
Mana yang bisa kau jadikan tempat penghidupan

Padahal justru dakwahlah yang harus kau hidupkan
Kau begitu pemilih dalam dakwah
Betapa nikmatnya bertaushiyah dengan sang lawan jenis
Lagi-lagi dengan dalih dakwah

Padahal entah berapa banyak teman-temanmu sejenis yang lebih membutuhkan bimbinganmu
Bukanlah seorang ikhwah, orang yang tidak terjaga lisannya.
Bukan pula seorang ikhwah, orang yang tak bisa menjaga mata dan hatinya
Dari yang diharamkan Allah…

Bukanlah seorang ikhwah, orang yang begitu mudah mengeluh
Padahal ia memiliki Allah sebagai Pembelanya
Apakah pantas engkau mengaku sebagai seorang ikhwah ?
Padahal akhlaqmu begitu jauh dari akhlaq yang sesuai dengan perintahNya?

Benarkah engkau seorang ikhwah
Padahal engkau begitu malas beribadah kepadaNya?
Sekali lagi, kutanya kepadamu

ikhwah kah dirimu?
Padahal amalanmu begitu ternoda dengan tujuan duniawi
Tiada sedikitpun engkau beramal kecuali mengharap pujian dan balasan dari manusia
Tidakkah engkau malu telah berbuat begitu, wahai engkau yang mengaku sebagai ikhwah?

Apa yang kau lakukan saat ini?
Ketika orang lain tengah berpeluh karena berdakwah
Dan yang lainnya begitu letih menyeru kebaikan

Apa yang sudah kau lakukan?
Menjadi komentator dakwah
Atau turut melaju bersama putarannya?
Lalu, wahai orang yang mengaku dirinya sebagai ikhwah

Dimana engkau telah kubur hatimu?
Hei, sadarlah! Bangunlah!
Sebelum ajal menjemputmu sobat….

from milis : comes_info@yahoogroups.com

lauthfi


Responses

  1. hmm, dalem yak…😀

    kalo di jawab “ikhwah juga manusia” gimana yak…?😀

    kita semua bukanlah manusia shalih, kita hanya manusia yang berusaha menjadi manusia shalih.

    saya sih sebenernya kurang suka dengan istilah-istilah seperti ikhwah lah, tarbiyah lah… ato yang lain, saya lebih senang istilah “muslim”… karena kita semua sama, sebagai seorang muslim… kata Raihan sih seperti itu..😀

  2. “kalo di jawab “ikhwah juga manusia” gimana yak…? :D”

    jwbq: ya silahkan…..toh itu hanya sebagai pengingat saja bagi yg merasa berjalan dijalan dakwah…
    wong saya ini juga boleh copas kok…kalo mas heri mo ganti kata ikhwah dengan muslim juga ndak apa2, sy sudah minta izin sama yg punya kalo boleh dirubah or diperbanyak….

    “kita semua bukanlah manusia shalih, kita hanya manusia yang berusaha menjadi manusia shalih.”

    jwbq:hehee…krn yg bisa menilai keshalihan manusia itu cuma Allah aja kan? mo itu muslim, yg mengaku berdakwah,ikhwah,tarbiyah,harokah,salafy atau apapun sebutanya…..(pdahal sy juga gak ngerti2 banget sama istilah2 itu. maklum cuma perempuan muslim biasa bukan ahli dakwah..yg masih perlu blajar bnyak tentang islam…)

  3. Wah,.. Persis seperti apa yang terjadi pada diriku,…
    Syukron…

  4. sebenernya saya ndak mo nyebutun satu per satu tuh… tapi ya akhirnya keluar juga yak…😀

    sip dah, bisa tuh nambah lagi artikel-artikelnya biar banyak… dah lumayan rame nih blog, kalo nambah lagi artikelnya ntar bisa tambah rame dan tentunya tambah bermanfaat…😀

  5. tarbiyah adalh pendidikan, kalo ga suka dengan pendidikan ya mau gmn lagi ya???
    masa ga belajar??? Beda antara muslim dengan tarbiyah jauh men.
    Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu,tapi boleh jadi kamu menyukai sesuatu pdhl amat buruk bagimu.
    Tarbiyah bukan segala2nya tapi segala2nya berawal dari tarbiyah.

  6. Yang terpenting adalah bagaimana cara menyikapi sehingga tidak menganggap kelompok sendiri paling benar dan kelompok lain salah. Pengkultusan memang tidak dibenarkan. Loyalitas tertinggi berikan pada Allah, bukan pada kelompok. Kelompok hanya sebagai sarana saja. Jangan merasa tidak suka terhadap kelompok tertentu. Seyogyanya kita lebih dewasa dalam menghadapi perbedaan yang ada.

  7. “sebenernya saya ndak mo nyebutun satu per satu tuh… tapi ya akhirnya keluar juga yak…😀 ”

    jwbq: segala sesuatunya kalauw bisa yaa diperjelas ajah lah mas…kalo dah jelas gini kan jadinya pada tau tuh…kesanya biar ga ada yg merasa ditujukan untuk satu kelompok tertentu…halah apa lagi sih ini arum…sok teuuu🙂

    “Beda antara muslim dengan tarbiyah jauh men.”

    jwbq: ada kok kesamaanya yg tarbiyah itu ya pastinya muslim toh?🙂 jgn memakai kata “jauh” kalo bisa…..
    kok kesanya jadi yg ga tarbiyah itu bukan manusia yg berpendidikan….lagipula siapa membenci tarbiyah? kayaknya ndak ada yg menulis “saya benci tarbiyah” heee

    “Yang terpenting adalah bagaimana cara menyikapi sehingga tidak menganggap kelompok sendiri paling benar dan kelompok lain salah. Pengkultusan memang tidak dibenarkan. Loyalitas tertinggi berikan pada Allah, bukan pada kelompok. Kelompok hanya sebagai sarana saja. Jangan merasa tidak suka terhadap kelompok tertentu. Seyogyanya kita lebih dewasa dalam menghadapi perbedaan yang ada.”

    jwbq: IDEM ajah deh mas🙂

  8. “ada kok kesamaanya yg tarbiyah itu ya pastinya muslim toh?🙂 jgn memakai kata “jauh” kalo bisa…..
    kok kesanya jadi yg ga tarbiyah itu bukan manusia yg berpendidikan….lagipula siapa membenci tarbiyah? kayaknya ndak ada yg menulis “saya benci tarbiyah” heee”

    Idem juga mbak🙂

  9. sip, setujuh dah kalo organisasi hanya sebagai sarana… jangan sampai ada sifat ashabiyah ato fanatik aja karena bisa membawa kita kepada kesyirikan…

    hanya saja, kok sepertinya ada “gap” gitu yah antar kelompok ato organisasi ituh..?
    klo dinalar sih, seharusnya kalo udah ada 1 aja organisasi yang baik, kita tinggal memperkuatnya saja… betul gak..?

  10. hanya saja, kok sepertinya ada “gap” gitu yah antar kelompok ato organisasi ituh..?

    “gap” itu maksudnya apa ya mas? maap sy nih kuper sama istilah2….mohon diperjelas aja..

  11. yah, kok di panggil mas siy? sayah khan lom tua-tua amat..😀

    gap tu kalo dalam bahasa sansekerta artinya “celah”🙂

    gimana ya njelasinnya…? tapi contoh secara umumnya ada tuh di blog om hafez .

    kata syaikh rasyid ridha “bekerja sama dalam hal yang disepakati dan saling menghargai dalam perbedaan”,

    tapi kok…? tuing…tuing…😀 seolah-olah ladang amal itu dibagi2, ini milikmu.., ini milikku… “ojo dirusuhi…”

    dalam pergaulan juga, kok seorang yang aktif “disini” dengan seseorang yang aktif “disana” terlihat “canggung” dalam bergaul… ato cuman perasaan saya aja ya…?😀

  12. Memang sih banyak gerakan di dunia ini tapi kalo satu tujuan yaitu bwt tegaknya kalimat Allah ga ada masalah seperti banyak jalan menuju roma. Sama untuk menuju tujuan utama itu ditempuh banyak jalan juga. Disini perlu adanya sikap saling menghormati, jangan menganggap kelompok sendiri paling benar. Walaupun qta beda fikroh asalkan berlandaskan Qur’an dan Sunnah maka qta saling dukung.

  13. “yah, kok di panggil mas siy? sayah khan lom tua-tua amat..😀 ”

    jwbq : kalo gitu saya minta maaf…ga deh panggil atm dg panggilan itu, panggil sy arum juga ya. or terserah enaknya panggil apa. sy juga blum terlalu tua utk dipangil mbak🙂 kalo perempuan udah dipanggil mba…hehee…ngerasa jadi paling tua…atauw emangnya saya yg ga ngerasa yah kalo emang dah tua???

    “hanya saja, kok sepertinya ada “gap” gitu yah antar kelompok ato organisasi ituh..?
    klo dinalar sih, seharusnya kalo udah ada 1 aja organisasi yang baik, kita tinggal memperkuatnya saja… betul gak..?”

    jwbq: iulah akh..memang ada kecenderungan setiap yg ingin mengetahui tentang dunia dakwah..bnyak yg mencoba memasuki setiap organisasi yg ada..dan itu udah ga aneh lagi, tapii saya berfikir hal itu bukanya malah membuat diri kita jadi pusing sendiri? krena terkadang di tiap organisasi itu terdapat perbedaan. bahkan terkesan ada yg mengatakan organisasi ini baik…organisasi itu kurang baik…kita lebih unggul…dia punya cacat….nah loh?yah kalo bisa sih milih yg sesuai dengan hati nurani dan visi misi kita ajah, setelah itu berusaha lah konsisten sama organisasi yg di pilih. tanpa harus berkata organisai ini baik…organisasi itu buruk…

    adanya coment2 yg kurang mengenakan di setiap organisasi justru membuat jarak perbedaan itu semakin luas…gimana mo bisa bersinergi kalo disetiap organisasi itu saling menjatuhkan satu sama lain…kalo diperhatikan yang banyak membikin keruh suasana justru dari yg baru2 muncul didunia dakwah…mungkin karena masih semangat kali yaa….wong dikalangan atasnya sendiri ga da masalah adem ayem…baik2 saja…

    “dalam pergaulan juga, kok seorang yang aktif “disini” dengan seseorang yang aktif “disana” terlihat “canggung” dalam bergaul… ato cuman perasaan saya aja ya…? :D”

    jwbq: bisa jadi..krena itu tadi dia terlalu fanatik sama organisasinya…atau adanya warning bahwa “dia kelompoknya seperti itu…hati2 kalo bergaul sama organisasi itu…” weleh mana muamalahnyaa….padahal kalo bergaul sah2 ajah dengan siapa ajah. bahkan sahabat dekat saya 2 tahun belakangan ini adalah seseorang yg berbeda organisasi dengan sy…saat awal bersahabat memang bnyak yg mempertanyakan kenapa sy dekat dengan dia. tapi biarkan ajah lah…wong dia juga muslim toh?

  14. hu’uh…
    mungkin intinya tu perlu keikhlasan yak…😀 dan mungkin “pay attention” sama yang baru2 karena biasanya terlalu semangat dan idealismenya baru menggebu-gebu…

    emang kalo saya perhatikan yang udah senior tu yang nyantai-nyantai (ndak ada konflik), justru pendatang baru yang cenderung lebih fanatik… mungkin emang dari awal harus diwanti-wanti tu…

  15. asalmmu’alikum…….:>

    wah saya udah terlambat yach…..kayanya udah banyak yang dibahas…….cuma nambahin aja “luruskan niat karena allah”untuk yang nulis artikelnya jzkumullahnya.:>

  16. w’alaykumsalam.warahmatullahi wabarkatuh

  17. ehem….
    Masukan yang berarti.
    Jazakumullah khair…

  18. masukan yg menarik………….

    tidak semua orang bs menjadi pendakwah yang baik buat orang lain…………….

    apalagi kebanyakan kader tu anak2 ABG….yg notabene masih punya pengalaman yang terbatas…….. 😀 ………….

  19. buat mereka yang bener2 pengin dakwah……….

    pasti mereka dah bs nentuin sikap yg terbaik bwt jadi pendakwah yang baik………….. 😀 ………

    biar waktu yang menunjukkan………..tp usaha buat ndidik kader tetep lanjut no………… 😀 ………..

  20. Fanial itu artinya apa yach???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: