Posted by: alternativebusiness | March 3, 2008

Tenang…

“Mengapa cepat sekali hatiku berubah”. Sejenak iman kuat membara di hati. Tetapi lama kelamaan pudar dan semakin meredup. Dulu bersemangat mengkaji dan mengamalkan islam, kini terus surut oleh kesibukan dunia yang seakan tanpa penghujung.

Semakin diri tenggelam kedasar lautan duniawi, nafas iman terasa semakin lemah dan akan mati lemas ahirnya. Kelemahan iman menyebabkan diri tersungkur di lembah dosa. Ibadah yang tidak berkualitas, perlahan menjadikan diri jauh dari Alloh, terseleweng dari jalannya, terbenam dalam permainan nafsu syahwat, hingga kesulitan tuk kembali. Hati mengeras, nurani pudar, kiwa gersang, aqidah goyah dan iman meranggas.

Sungguh tiada kemalangan yang lebih dahsyat bila semacam ini terus-terusan hingga pintu kubur. Wal’iyadzubillah.

Rusalnya amal bemmula dari hati yang tidak khusu. Penyakit akan bertambah apabila terjadi ke kemalasan ketika beribadah. Berjumpa dan berhubungan dengan Alloh tanpa wujud perasaan seolah- olah kosong dan hampa. Melakukan sekedar diri terlepas dari kewajiban tanpa merasai kemanisan ibadat.

Rekreasi bisa meredakan ketegangan , menuruti selera dan shoping bisa mengobati kebosanan, memekai pakaian yang indah dan mahal tidak dilarang, membeli perhiasan dan apa yang menyukakan hati bisa melahirkan kesukuran kepada nikmat Alloh taala.

Akan tetapi, perkara begini kadang-kadang membuat lalai, berlebihan dalam memanjakan diri, melemahkan senangat perjuangan hidup. Mengaburkan mata dan hati dan ahirnya larut dalam kesibukan dunia hingga melupakan aherat.

Tidak menghadiri majlis ilmu atau pengajian, bisa menyebabkan lupa dan hilang pedoman hidup, tidak jelas arah dan tujuan. Siapa diri ini , berasal dari manakah dia, mau kemana dan apa yang mau di capainya? Manusia yang lemah iman mudah kehilangan tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kembali pedoman hidupnya supaya tidak tersalah jalan, memerlukan hidayah yaitu ilmu Alloh.

Hidayah perlu di kejar dengan mujahadah. Perlu di jaga dan dirawat agar tidak terlepas dari genggaman. Setiap mukmin memiliki hati yang mampu berbisik mengenai keadaan imannya , siapakah yang paling mengetahui diri kita melainkan Alloh dan diri kita sendiri.

Mengingat Alloh mengantar kepada ketenangan jiwa. Tenang dengan takdirnya, dikala susah dan senang, dikala sedih bahagia, dikala sempit lapang, dikala jatuh bangkit,.. yang ada hanyalah reda dengan jalan hidup yang ditetapkannya,yang di ridoi Alloh,… hidup senantiasa optimis karena yakin segalanya telah termaktub di Lauh Mahfuz. Dan ketetapan Alloh pada hambanya adalah yang terbaik…Buat Malaikat kecilku…


Responses

  1. kembali pada Allah…

    kembali pada Allah…

    kembali pada Allah…

  2. Istighfar na….
    dan Makanlah 4 sehat 5 sempurna…

  3. kadang kala sifat tersebut muncul akibat kita menyepelekan dosa-dosa kecil. ibarat cermin mungkin pertama kali hanya sebutir debu yang hinggap tapi lama-kelamaan banyak debu dan akhirnya pekat menjadi gelap sehingga cermin pun tidak dapat memantulkan cahaya…bayangan kita pun tidak dapat terlihat pula.

    ketika kita menyepelekan dosa-dosa kecil pun akibat nya akan sama seperti gambaran diatas. mungkin pertama kita bersemangat, tapi karena hati kita semakin tertutup oleh debu-debu maksiat dan dosa yang kita tidak sadari/ kita sepelekan maka akhrinya hati terasa lama kelamaan akan meredup tau bahkan futur.

    mari kita berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyepelekan dosa-dosa kecil…

    wallahu’alam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: