Posted by: muliaok | November 18, 2007

Seri peneguh jiwa dijalan dakwah (I)

Saudaraku, tinggalkan kesedihan dihatimu karena Sesungguhnya engkau sedang meniti jalan kebahagiaan hakiki

Pagi-pagi setelah munajat ke Rabbnya dan tilawah, dia sudah siap-siap berangkat ke kampus bukan langsung untuk mengisi ruang kuliah tapi untuk rapat (syuro), kajian dan lain sebagainya yang merupakan aktivitas dakwahnya, dikala sebagian temannya masih khusyu’ diatas kasurnya dan bermain-main dialam mimpi. Begitulah kesehariannya, aktivitas dakwah sudah menjadi bagian yang tidak terpisah lagi dari hidupnya. Dakwah sudah menjadi pilihan jalan hidupnya, dakwah menjadi jalan baginya untuk menggapai kebahagiaan sejati dari Rabbnya.

Wahai saudaraku, sesungguhnya jalan dakwah ini bukan hanya kebutuhan tapi sudah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Jalan dakwah inilah yang telah dilalui oleh para Rasul Allah SWT, para sahabat, tabiin, salafus shalih dan orang-orang shaleh. Dengan jalan dakwah inilah kita akan mendapatkan nikmat Allah SWT yang sangat besar. Bahkan nikmat dalam berislam, iman dan persaudaraan akan semakin engkau rasakan kenikmatannya melalui dakwah ini. Karena dakwah adalah amal terbaik yang dapat memunculkan potensi diri dan memelihara keimanan yang kita miliki. Dakwah merupakan amal yang dapat memotivasi kita selalu meningkatkan ibadah dan kualitas diri kita. Orang-orang yang melaksanakan dakwah ini akan mendapatkan berkah dalam ridha Allah SWT, mendapatkan cinta Allah SWT, memperoleh rahmat-Nya, serta akan menerima balasan yang terus menerus dan berlipat ganda dari Allah SWT.

Saudaraku, tapi harus engkau sadari bahwa jalan dakwah ini bukanlah jalan yang ditaburi dengan bunga-bunga dan buah-buah yang menyenangkan tapi jalan dakwah ini adalah jalan yang dipenuhi kerikil tajam, sukar dan penuh dengan liku-liku yang panjang. Pertarungan antara yang haq dengan yang batil merupakan fenomena yang nyata digambarkan semenjak dakwahnya para Nabi dan Rasul Allah SWT sampai saat ini. Dakwah menyerukan al-haq akan selalu berhadapan dengan kekuatan kebatilan (bahkan lebih besar) yang diserukan oleh syetan. Dan memang seperti inilah fitroh jalan dakwah ini. Oleh karna itu dakwah ini memerlukan kesabaran dan ketekunan dalam memikul beban yang berat. Dakwah ini memerlukan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil segera, tanpa putus asa dan putus harapan. Dakwah memerlukan usaha dan kerja keras yang terus menerus dan hasilnya terserah Allah SWT. Namun demikian, Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan balasan yang setimpal kepada mereka yang berdakwah dengan ikhlas.

Wahai saudaraku aktivis dakwah, janganlah bersedih hati karna banyaknya waktu yang engkau gunakan untuk berdakwah, banyaknya hartamu yang habis karna dakwah, banyaknya tenaga yang engkau kerahkan, keringat peluh yang engkau tumpahkan, keletihan sendi-sendi tubuhmu, cemoohan, ejekan dan intimidasi yang engkau dapatkan karna dakwah, darah yang engkau tumpahkan karna dakwah bahkan semua apa engkau korbankan untuk dakwah ini. Yakinlah semua itu akan Allah SWT gantikan dengan yang lebih baik. Saudaraku janganlah bersedih dengan itu semua karna itu semua adalah karunia dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Ujian dan cobaan tersebut adalah sarana Allah SWT untuk menguji keimanan dan keteguhannmu dijalan dakwah ini, menghapus segala dosa yang pernah engkau lakukan dan dengan itu Allah SWT akan mengangkat derajatmu disisi-Nya.

Saudaraku, sesungguhnya engkau adalah bagian dari umat yang terbaik yang dilahirkan oleh Allah SWT untuk manusia (QS. 3:110). Apakah sama antara orang yang berdakwah dengan yang tidak berdakwah? apakah sama antara orang yang berdiam diri dan asyik dengan dunia dengan orang-orang yang menyeru manusia untuk kembali kepada Allah SWT ? apakah sama antara orang yang mengerjakan kebaikan dengan yang tidak ? Semuanya tidak sama dan orang-orang yang terbaik dihadapan Allah SWT adalah orang-orang yang teguh diatas jalan-Nya.

Saudaraku, sesungguhnya Allah SWT telah mengabarkan berita gembira bahwa Allah SWT menjamin kehidupan orang-orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh berjuang dijalan-Nya dengan berdakwah dan beramal sholeh dengan penuh keimanan dengan keberuntungan sejati dan kehidupan yang lebih baik dan itu yang tidak lain adalah syurga-Nya yang penuh dengan kenikmatan (QS. 3:4, 16:97). Siapakah yang lebih benar perkataannya selain Allah SWT ? siapakah yang lebih benar janjinya selain Allah SWT ? dan siapakah yang bisa menjamin kebagiaan hidup kita selain Allah SWT ? tidak ada lain kecuali Allah SWT. Cukuplah ini menjadi peneguh hatimu untuk tetap berada dijalan dakwah ini sampai Allah SWT mengembalikanmu ke “kampung” yang abadi.

Saudaraku, sekarang tugas kita adalah bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dihadapan kita dengan sebaik-baiknya untuk beramal dan berdakwah dengan sungguh-sungguh. Azamkan dihatimu bahwa engkau harus memberikan yang terbaik bagi dakwah ini karna itu adalah sebaik-baiknya investasi Pegang kuat-kuat slogan ini “Hidup dijalan dakwah dan dakwah adalah maksud hidup, dakwah sampai mati dan mati dijalan dakwah”. Wallahu a’lam bishowab.

(Disari dari hasil kajian rutin senin pagi 06.30-08.00 tgl 27 November 2006 oleh ustadz Ghazali Mukri, Lc, MA.)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: